Sabtu, 07 April 2012

JERAMI FERMENTASI




Jerami padi merupakan limbah tanaman padi yang sudah dipanen produk utamanya (padi/beras), sehingga merupakan sisa tanaman yang telah tua. Secara kuantitatif produksinya melimpah, namun secara kualitatif jerami padi mempunyai keterbatasan-keterbatasan bila dipandang dari aspek nutrisinya.  Beberapa faktor pembatasnya adalah Jerami sebagai bahan pakan ternak sapi mempunyai kekurangan/ faktor pembatas  antara lain :
-      kandungan proteinnya rendah
-      kandungan mineral Ca dan P rendah
-      mengandung ikatan selulosa, hemiselulosa dan lignin sangat kuat sehingga sulit dicerna
-      kandungan oksalat dan silikat tinggi
Karena faktor pembatas tersebut, maka sebelum diberikan kepada sapi jerami perlu diolah terlebih dahulu antara lain dengan membuat jerami fermentasi dengan menggunakan probiotik (missal starbio, biosup, EM-4, dll)

Pembuatan Fermentasi Jerami Padi
      Bahan :
-          1.000 kg jerami padi
-          6 kg urea
-          6 kg probiotik
Caranya :
-          Jerami padi ditumpuk ditempat yang beratap dengan tumpukan kira-kira setinggi 30 cm
-          semprot atau basahi dengan larutan urea dan taburi probiotik
-          Tumpuki lapisan jerami kembali dengan ketebalan yang sama dan basahi dengan larutan urea dan ditaburi dengan probiotik secukupnya.
-          Demikian seterusnya sampai ketebalan lebih kurang 2 m
-          Diamkan sampai 21 hari supaya proses fermentasi dengan baik.

MEMBUAT H A Y



  

Hay adalah hijauan pakan ternak yang sengaja dikeringkan agar dapat diberikan pada waktu yang lain.

A.  Tujuan pembuatan hay :
     Hay dibuat dengan maksud untuk:
     - Penyediaan pakan ternak  pada saat tertentu,  misalnya dimasa-masa paceklik dan bagi ternak selama adalam perjalanan.
     -  Memanfaatkan  hijauan  yang  berlimpah  pada  saat pertumbuhan terbaik tetapi saat itu belum dimanfaatkan.

B. Prinsip pembuatan Hay:
Menurunkan kadar air sampai 15 – 20 % di dalam waktu yang singkat, baik dengan panas matahari ataupun buatan.
Didalam pembuatan hay diperlukan proses pengeringan dan cara-cara yang khusus.

C. Proses pengeringan dengan sinar matahari :
      Pada umumnya pengeringan hijauan di daerah tropis dengan memanfaatkan panas sinar matahari. Cara ini,  baik teknis  cara pembuatan dan biayanya tidak sulit, setiap petani peternaka dapat melakukan tanpa ada kesulitan apapun.
  Teknis pembuatan yang baik, agar diperoleh hay (jerami) yang berkualitas baik perlu diperhatikan hal-hal   sbb:
     -  Hijauan dipotong-potong pendek., dan langsung dibawa ke tempat  penjemuran.
     -  Hijauan tersebut ditebar tipis-tipis, dan setiap   saat perlu dibalik-balik , 1 – 2 jam sekali.
     -  Usahakan agar proses penjemuran ini dapat berlangsung dalam waktu singkat ± 4 – 8 jam sehingga kadarairnya menjadi 20 %.
-       Untuk itu dipilih bahan yang mudah secara fisik mudah kering, misalnya rumput lapangan, rumput Digitaria dicumbens

   Beberapa keuntungan pengeringan dengan panas sinar matahari:
-       biaya murah, ringan.
-       Setiap petani dapat melakukannya karena mudah, sederhana dan murah.
-       Kandungan Vit, D dalam hijauan lebih tinggi.


Beberapa kelemahannya dengan panas sinar matahari:
-       Hanya dapat dilakukan di daerah yang kaya sinar matahari.
-       Proses pengeringan berlangsung lebih lama jika dibandingkan dengan pengeringan   menggunakan mesin pengering; sehingga nilai gizi dari haijaun secara umum menurun lebih banyak.
-       Karotin (pro Vit,A) menurun.

D.  Pengeringan dengan panas buatan:
Pengeringan dengan panas buatan ini umumnya dilakukan didaerah yang memiliki iklim sedang – iklim dingin  (Sub Tropis) , karena sinar matahari  yang diterima tidak menjamin bagi proses pengeringan hijauan.

Cara pembuatan:
- Hijauan dipotong-potong , kemudian dimasukkan ke dalam alat pengering (mesin) dalam temperature sekitar 150º – 250º C.
- Lama pemansan ditunggu sampai kadar air hijauan itu menjadi 15 – 20 %.

Keuntungan pengeringan dengan mesin:
-       Proses berlangsung dalam waktu yang   singkat, sehingga kerusakan nilai gizinya sedikit.
-       Pengerjaannya tak terikat waktu, dan tempat.

Kekurangan/kelemahannya  pengeringan dengan mesin:
-       Proses pengeringan semacam ini memelukan modal dan biaya cukup mahal. Sehingga tidak dapat digunakan oleh masyarakat secara luas.

Kriteria Hay yang baik:
-       Warnanya hijau kekuningan.
-       Tak banyak daun yang rusak, masih utuh dan tidak kotor.
-       Tidak mudak patah jika batang dilipat dengan tangan.

MEMBUAT SILASE

MEMBUAT SILASE

Silase adalah pakan ternak dalam bentuk awetan yang berasal dari tanaman segar yang diawetkan melalui proses ensilase.

1.    ALAT DAN BAHAN
-      Bahan Utama ; berbagai macam hijauan, seperti rumput, legume, campuran rumput dan legume.
-      Bahan Pelengkap (starter) dapat berupa tetes (molase), bekatul, tepung gaplek, dsb.
-      Silo, yaitu tempat untuk berlangsungnya proses pemeraman (proses ensilase). Bahan untuk membuat silo dapat dari tanah, baja, beton, anyaman bambu, plastik dll.
Bentuk silo juga bermacam-macam, yaitu :
-      Bentuk silo di atas tanah
-      Bentuk silo di bawah tanah
-      Silo yang berada di bawah tanah dalam bentuk pit (pit silo)
-      Tower
-      Kantong plastik

2.    CARA MEMBUAT
-      Bahan hijauan dilayukan, kemudian dipotong pendek-pendek sekitar 5 - 10 cm, kemudian bahan tersebut ditimbang sebanyak 100 kg.
-      Timbang bahan pelengkap/strater sebanyak 3 - 5 % dari bahan utama (hijauan).  Bahan –bahan tersebut misalnya:
- Tetes tebu (molase)     :  3 %   dari bahan silase
- Dedak halus                 :  5 %   dari bahan silase
- Menir                              : 3,5 % dari bahan silase
- Onggok                          : 3 %    dari bahan silase.
-      Ke dalam silo masukkan bahan utama dan bahan pelengkap, ada 2 cara yaitu:
·         dicampur secara merata
·         disusun secara berlapis-lapis : hijauan-starter-hijauan-starter dst.
-      Mampatkan hingga udara di dalamnya sesedikit mungkin dan tutup dengan rapat, bisa ditambahkan batu pemberat di atasnya.
-      Diamkan silase dalam silo selama 21 hari, kemudian silo bisa dibuka dan silase siap diberikan ternak setelah diangin-anginkan selama 15 – 30 menit.

3.    PEMBERIAN PADA TERNAK
Oleh karena silase bersifat asam, pemberiannya pada ternak tidak dapat 100 % menggantikan hijauan (rumput), tetapi maksimal 75 %.

4.    KEUNTUNGAN SILASE
-      Dapat dipakai sebagai sumber pakan bagi ternak, terutama disaat musim kemarau.

5.    YANG HARUS DIPERHATIKAN
-      Silase yang baru saja diambil dari silo, jangan langsung diberikan pada ternak, tetapi diangin-anginkan 15 – 30 menit dulu.
-      Silase yang sudah rusak jangan diberikan ke ternak karena bisa keracunan.
-      Bila akan mengambil silase dari silo, bukalah penutup secara hati-hati dan tutup kembali dengan rapat. Denagn cara ini dapat bertahan 5 – 6 bulan.
-      Jangan memberikan silase pada ternak perah yang sedang laktasi, karena bisa mempengaruhi bau air susu.

6.    TANDA SILASE YANG BAIK
-      Warna tetap seperti warna hijauan aslinya (hijau)
-      Bau dan aroma khas silase, tidak berbau busuk
-      Tekstur tidak menggumpal
-      pH asam
-      tidak berjamur