Sabtu, 07 April 2012

MEMBUAT SILASE

MEMBUAT SILASE

Silase adalah pakan ternak dalam bentuk awetan yang berasal dari tanaman segar yang diawetkan melalui proses ensilase.

1.    ALAT DAN BAHAN
-      Bahan Utama ; berbagai macam hijauan, seperti rumput, legume, campuran rumput dan legume.
-      Bahan Pelengkap (starter) dapat berupa tetes (molase), bekatul, tepung gaplek, dsb.
-      Silo, yaitu tempat untuk berlangsungnya proses pemeraman (proses ensilase). Bahan untuk membuat silo dapat dari tanah, baja, beton, anyaman bambu, plastik dll.
Bentuk silo juga bermacam-macam, yaitu :
-      Bentuk silo di atas tanah
-      Bentuk silo di bawah tanah
-      Silo yang berada di bawah tanah dalam bentuk pit (pit silo)
-      Tower
-      Kantong plastik

2.    CARA MEMBUAT
-      Bahan hijauan dilayukan, kemudian dipotong pendek-pendek sekitar 5 - 10 cm, kemudian bahan tersebut ditimbang sebanyak 100 kg.
-      Timbang bahan pelengkap/strater sebanyak 3 - 5 % dari bahan utama (hijauan).  Bahan –bahan tersebut misalnya:
- Tetes tebu (molase)     :  3 %   dari bahan silase
- Dedak halus                 :  5 %   dari bahan silase
- Menir                              : 3,5 % dari bahan silase
- Onggok                          : 3 %    dari bahan silase.
-      Ke dalam silo masukkan bahan utama dan bahan pelengkap, ada 2 cara yaitu:
·         dicampur secara merata
·         disusun secara berlapis-lapis : hijauan-starter-hijauan-starter dst.
-      Mampatkan hingga udara di dalamnya sesedikit mungkin dan tutup dengan rapat, bisa ditambahkan batu pemberat di atasnya.
-      Diamkan silase dalam silo selama 21 hari, kemudian silo bisa dibuka dan silase siap diberikan ternak setelah diangin-anginkan selama 15 – 30 menit.

3.    PEMBERIAN PADA TERNAK
Oleh karena silase bersifat asam, pemberiannya pada ternak tidak dapat 100 % menggantikan hijauan (rumput), tetapi maksimal 75 %.

4.    KEUNTUNGAN SILASE
-      Dapat dipakai sebagai sumber pakan bagi ternak, terutama disaat musim kemarau.

5.    YANG HARUS DIPERHATIKAN
-      Silase yang baru saja diambil dari silo, jangan langsung diberikan pada ternak, tetapi diangin-anginkan 15 – 30 menit dulu.
-      Silase yang sudah rusak jangan diberikan ke ternak karena bisa keracunan.
-      Bila akan mengambil silase dari silo, bukalah penutup secara hati-hati dan tutup kembali dengan rapat. Denagn cara ini dapat bertahan 5 – 6 bulan.
-      Jangan memberikan silase pada ternak perah yang sedang laktasi, karena bisa mempengaruhi bau air susu.

6.    TANDA SILASE YANG BAIK
-      Warna tetap seperti warna hijauan aslinya (hijau)
-      Bau dan aroma khas silase, tidak berbau busuk
-      Tekstur tidak menggumpal
-      pH asam
-      tidak berjamur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar